Skip to main content

Jangan jadi biasa?

Setiap orang, memiliki jalan kehidupan yang berbeda. Ada yang pada umur 26 tahun ia sudah menjadi CEO di suatu perusahaan, ada yang pada umur segitu ia menjadi staff, ada juga yang pada umur segitu, ia sudah bertemu dengan Sang Pencipta.

Umur dan nasib, memang tiada seorangpun di dunia ini yang tau. Sampai kapan kah kita hidup di dunia ini, akan menjadi apakah diri kita nanti nya,semua hanya Allah SWT Sang Pencipta yang Maha Tahu. 

Kawan, hidup ini hanya sebentar. Umur rata-rata manusia saat ini adalah seperti panutan kita, Nabi Muhammad SAW. Terlalu sebentar jika hanya kita gunakan untuk hal hal biasa saja. 

Kita diciptakan oleh Allah SWT sebagai seseorang yang SPESIAL. TIDAK ADA SEORANGPUN DI DUNIA INI YANG SAMA PERSIS (IDENTIK). Maka dari itu, jadilah diri kita sendiri. 

Mulai saat ini, lakukan apa yang ingin kita lakukan selama itu positif!

Kamu pengen nulis? Tulis lah! Ga bawa pulpen? Ada Hape! Jangan Biasa kan hidup kita dengan seribu alasan untuk melakukan satu tindakan. Rubah pola pikir kita menjadi seribu tindakan dengan satu alasan pasti.

Jadi, mulai Sekarang, marilah bergerak, lakukan apa yang ingin kita lakukan, dan rasakan perbedaan di hidup mu 👍

Comments

Popular posts from this blog

Cemas!!

Mungkin, seperti ini gambaran perasaan aku malam ini Sebenarnya, aku bingung. Aku bingung, aku bingung, dan ya aku bingung. Inikah namanya Cinta, Oh inikah cinta, cinta pada jumpa pertama. Ya mungkin itulah yang aku rasakan pada dirinya. Dan saat ini, hingga detik saat tulisan ini aku buat, aku masih mencintainya!! Lalu, apa hubungannya dengan cemas? Ya, itulah yang aku rasakan malam ini. Aku cemas, menanti kabar darinya. Dari seseorang yang aku cintai. Apakah aku berbuat salah (kembali) kepadanya? Entahlah, ketidakpastian kabar dan perasaan dari dirinya sungguh sangat membuat aku cemas. Jujur saja, dalam lubuk hati kecilku yang terdalam, tidak ada rasa sedikitpun ingin melukai hatinya. Sungguh!! Malam ini, kusendiri, tiada yang menemani. Hem, mungkin. Tapi menurut aku itu salah. Karena aku masih punya Allah SWT. Tuhan Semesta Alam, yang selalu menemani hambaNya kapanpun dan dimanapun. Saat ini, aku hanya bisa memohon petunjuk dariNya. Apa yang harus aku lakukan, apa yang haru...

Bedakanlah Antara Bungkus dan Isi

Bungkusnya menarik, isinya enak! Bedakanlah apa itu "bungkus"nya, dan apa itu "isi"nya ... Makan enak hanya bungkusnya, Gizi, Energi dan Sehat itu isinya ... Rumah yang indah itu hanya bungkusnya, keluarga bahagia itu isinya ... Pesta pernikahan hanya bungkusnya, cinta kasih, pengertian & tanggung jawab itu isinya ... Kecantikan dan ketampanan hanya bungkusnya, kepribadian & hati itu isinya ... Bicara itu hanya bungkusnya, kenyataan itu isinya ... Utamakanlah isinya, ,serta tetaplah merawat bungkusnya dengan baik...  *edisi renungan malam setelah membaca dari beberapa sumber

Tahun Baru, Harapan Baru (Part 2)

Melanjutkan kisah dari Tahun Baru, Harapan Baru (Part 1) akhirnya setelah sekian detik menunggu, pujaan hati yang aku tunggu - tunggu kehadirannya keluar dari pintu gerbang kos nya, dan menemuiku yang masih terduduk di motor bututku. Ketika ia muncul menemuiku, hatiku langsung berdegup kencang, aliran darahku langsung berhenti sejenak, mengagumi kecantikan dan aura positif yang muncul dari dalam dirinya. Sejenak, aku mengucap syukur alhamdulillah kepada Yang Maha Kuasa, karena telah dipertemukan dengan dirinya. Aku merasa menjadi orang paling beruntung di dunia saat itu :) Aku dipersilakan untuk duduk di depan kosnya, sembari menunggu kabar perjuangan kawanku dari Bogor yang sedang menuju ke Jakarta. "Tek Tek Tek Tek Tekkk", begitulah bunyinya. Harmoni suara dari pertemuan antara dua buah kayu terdengar indah di telingaku. Abang tukang sate lewat di depan kosnya, dan karena jarum jam sudah menunjukan sekitar pukul 19.40 saat itu, dan perut kami sudah keroncongan, ma...