Skip to main content

Cemas!!

Mungkin, seperti ini gambaran perasaan aku malam ini
Sebenarnya, aku bingung. Aku bingung, aku bingung, dan ya aku bingung. Inikah namanya Cinta, Oh inikah cinta, cinta pada jumpa pertama. Ya mungkin itulah yang aku rasakan pada dirinya. Dan saat ini, hingga detik saat tulisan ini aku buat, aku masih mencintainya!!

Lalu, apa hubungannya dengan cemas? Ya, itulah yang aku rasakan malam ini. Aku cemas, menanti kabar darinya. Dari seseorang yang aku cintai. Apakah aku berbuat salah (kembali) kepadanya? Entahlah, ketidakpastian kabar dan perasaan dari dirinya sungguh sangat membuat aku cemas. Jujur saja, dalam lubuk hati kecilku yang terdalam, tidak ada rasa sedikitpun ingin melukai hatinya. Sungguh!!

Malam ini, kusendiri, tiada yang menemani. Hem, mungkin. Tapi menurut aku itu salah. Karena aku masih punya Allah SWT. Tuhan Semesta Alam, yang selalu menemani hambaNya kapanpun dan dimanapun. Saat ini, aku hanya bisa memohon petunjuk dariNya. Apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku perbuat. 

Mungkin, Allah memberi aku situasi seperti ini, supaya aku dapat merenung, apa salahku. Dapat berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ya, semua yang terjadi di dunia ini sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Pasti ada hikmahnya kok!! 👦


Comments

Popular posts from this blog

Tahun Baru, Harapan Baru (Part 2)

Melanjutkan kisah dari Tahun Baru, Harapan Baru (Part 1) akhirnya setelah sekian detik menunggu, pujaan hati yang aku tunggu - tunggu kehadirannya keluar dari pintu gerbang kos nya, dan menemuiku yang masih terduduk di motor bututku. Ketika ia muncul menemuiku, hatiku langsung berdegup kencang, aliran darahku langsung berhenti sejenak, mengagumi kecantikan dan aura positif yang muncul dari dalam dirinya. Sejenak, aku mengucap syukur alhamdulillah kepada Yang Maha Kuasa, karena telah dipertemukan dengan dirinya. Aku merasa menjadi orang paling beruntung di dunia saat itu :) Aku dipersilakan untuk duduk di depan kosnya, sembari menunggu kabar perjuangan kawanku dari Bogor yang sedang menuju ke Jakarta. "Tek Tek Tek Tek Tekkk", begitulah bunyinya. Harmoni suara dari pertemuan antara dua buah kayu terdengar indah di telingaku. Abang tukang sate lewat di depan kosnya, dan karena jarum jam sudah menunjukan sekitar pukul 19.40 saat itu, dan perut kami sudah keroncongan, ma...

Mau kemana hidup kita?

Kurang lebih 25 tahun sudah aku hidup, menikmati apa yang telah Allah SWT, Tuhan semesta alam, berikan di dunia ini. Waktu yang cukup lama. Aku bersyukur masih diberikan umur hingga hari ini. Setelah membaca tulisan istriku di instagram tentang tekad, aku jadi tersadar. Selama ini, kemanakah arah tujuan hidup ku? Ya, tujuan hidup ku memang selalu berubah. Waktu kecil, ketika aku ditanya ingin menjadi apa, aku menjawab seperti layaknya anak kecil lain. "Ingin menjadi dokter Bu Guru!", jawabku singkat  Well, menurutku itu masih dalam tahap wajar. Ketika wawasan ketika kecil masih belum terbuka luas. Untuk anak seumuranku yang tinggal di kota kecil itu merupakan jawaban yang lumrah. Beranjak SMP, ketika aku mulai mengenal dunia musik, tujuan hidup ku perlahan mulai berubah. Tatapan mataku terpana ketika melihat Axl Rose bernyanyi di panggung, meliak liuk berlari kesana kemari sambil menyanyikan lagu Sweet Child O'Mine di iringi dengan suara gesekan gitar dari Slash. Mereka s...