Skip to main content

Syukuri apa yang kita miliki saat ini

Hari ini, merupakan sebuah hari yang tidak berbeda dari hari yang lainnya. Diawali dengan bangun pagi, shalat subuh, sedikit bermunajat kepada Sang Pencipta, dan berangkat ke kantor untuk mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian.

Pagi hari selalu aku awali dengan optimisme, dengan iringan doa dan harapan bahwa hari ini harus menjadi lebih baik dari hari kemarin. Dimulai dengan membuka komputer, lalu melihat to do list apa yang harus aku kerjakan hari ini. Memilah mana prioritas dan mana yang bukan. Yah, itulah keseharianku sehari - hari. Aku bersyukur masih bisa menjalani hari ini.

Oya, di pagi hari tadi, ketika dalam perjalanan, di jembatan penyeberangan di depan kantor, aku melihat seorang gadis sedang berjalan membawa tongkat, dengan tangannya memegang erat badan temannya. Disaat itu, aku yang tadinya sedang galau, sedang berkeluh kesah karena seseorang yang aku sayangi tiba - tiba berubah sikap entah mengapa (hal ini membuat malamku menjadi horor memikirkannya), langsung berubah menjadi bersyukur. Alhamdulillah, Alhamdulillah, dan Alhamdulillah. Aku sangat bersyukur, aku masih diberi kesempatan melihat dunia ini oleh Allah SWT.  Aku masih bersyukur aku dapat berjalan tanpa bantuan orang lain. Yah, aku bersyukur atas apa yang sudah Allah SWT berikan kepadaku hingga hari ini.

Mungkin, ini adalah cara Allah untuk menegurku, agar aku lebih bersyukur kepadanya. Yah, mulai saat ini, aku akan selalu mencoba untuk bersyukur, bersyukur, dan lebih bersyukur apapun yang Allah berikan kepadaku. Dan tentunya, aku juga akan selalu mencoba untuk optimis, berpikir positif atas apa yang terjadi di dunia ini terhadapku.


Gadis bertongkat di pagi hari

Comments

Popular posts from this blog

Cemas!!

Mungkin, seperti ini gambaran perasaan aku malam ini Sebenarnya, aku bingung. Aku bingung, aku bingung, dan ya aku bingung. Inikah namanya Cinta, Oh inikah cinta, cinta pada jumpa pertama. Ya mungkin itulah yang aku rasakan pada dirinya. Dan saat ini, hingga detik saat tulisan ini aku buat, aku masih mencintainya!! Lalu, apa hubungannya dengan cemas? Ya, itulah yang aku rasakan malam ini. Aku cemas, menanti kabar darinya. Dari seseorang yang aku cintai. Apakah aku berbuat salah (kembali) kepadanya? Entahlah, ketidakpastian kabar dan perasaan dari dirinya sungguh sangat membuat aku cemas. Jujur saja, dalam lubuk hati kecilku yang terdalam, tidak ada rasa sedikitpun ingin melukai hatinya. Sungguh!! Malam ini, kusendiri, tiada yang menemani. Hem, mungkin. Tapi menurut aku itu salah. Karena aku masih punya Allah SWT. Tuhan Semesta Alam, yang selalu menemani hambaNya kapanpun dan dimanapun. Saat ini, aku hanya bisa memohon petunjuk dariNya. Apa yang harus aku lakukan, apa yang haru...

Tahun Baru, Harapan Baru (Part 1)

Finally, kita berkumpul di Grand Indonesia H-2 sebelum tahun 2017 berakhir, tepatnya 30 Desember 2017, aku belum memutuskan apakah akan merayakan malam pergantian tahun baru atau tidak. Hatiku masih gunda gulana, bingung apa keputusan yang harus diambil.  Aku buka hp jadulku, aku liat storyline media sosial instagramku, dari situlah sumber kegundahanku sebenarnya. Pro kontra mengenai perayaan malam pergantian tahun sudah memenuhi timeline ku. Dari yang mengharamkan merayakan malam pergantian tahun karena menyerupai suatu kaum, hingga kontra tentang pengajian atau muhasabah dalam memperingati pergantian tahun. Entahlah, semua itu membuat diriku, seorang yang awam akan agama, miskin akan ilmu, menjadi semakin bingung. Aku coba untuk menghubungi seorang kawan lamaku, kawan yang sudah aku kenal semenjak aku menggunakan seragam putih biru, ketika badan aku masih belum membengkak seperti ini, ketika muka aku masih unyu unyu jauh dari muka tua seperti saat ini. Ternyat...

Bedakanlah Antara Bungkus dan Isi

Bungkusnya menarik, isinya enak! Bedakanlah apa itu "bungkus"nya, dan apa itu "isi"nya ... Makan enak hanya bungkusnya, Gizi, Energi dan Sehat itu isinya ... Rumah yang indah itu hanya bungkusnya, keluarga bahagia itu isinya ... Pesta pernikahan hanya bungkusnya, cinta kasih, pengertian & tanggung jawab itu isinya ... Kecantikan dan ketampanan hanya bungkusnya, kepribadian & hati itu isinya ... Bicara itu hanya bungkusnya, kenyataan itu isinya ... Utamakanlah isinya, ,serta tetaplah merawat bungkusnya dengan baik...  *edisi renungan malam setelah membaca dari beberapa sumber